Sabtu, 05 Oktober 2013

Perempuan Juga Manusia

Jumat, 4 Oktober 2013 saya dan teman-teman berkunjung ke salah satu lembaga di Menteng, Jakarta Pusat. Lembaga yang saya maksud adalah Lembaga Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Awalnya kami hanya ingin menyelesaikan tugas denga kunjungan ini. Namun, setelah presentasi dan wawancara dimulai kami mulai antusias dan ingin mengetahui lebih dalam lagi mengenai salah satu lembaga negara independen ini. 

Ternyata komnas perempuan bukan lembaga yang dapat menyelesaikan masalah kekerasan yang terjadi pada perempuan Indonesia. Komnas hanya ikut mendampingi. Dengan mengadukan kekerasan yang terjadi pada perempuan bukan berarti masalah tersebut dapat selesai begitu saja. Komnas berperan sebagai wadah untuk membantu perempuan dalam bersuara mengenai haknya mendapatkan keamanan dan terlepas dari kekerasan yang tidak seharusnya didapatkan.

Semua perempuan dapat mengadu ke lembaga ini. Tidak hanya perempuan yang terlihat secara fisik, namun juga pria yang merasa bahwa dirinya adalah seorang perempuan. Contohnya adalah waria dan lesbian. Kekerasan yang terjadi di Indonesia dari 2001-2011 hampir 90% dari penghitungan adalah KDRT. Untuk kekerasan seksual berkisar 25% menurut pantauan komnas selama 10 tahun ini.

Komnas perempuan dapat menjadi wadah yang baik untuk para perempuan Indonesia. Dengan adanya lembaga ini perempuan dapat merasa 'lebih aman' karena masih ada orang yang mau membela para perempuan korban tindak kekerasan.

Kunjungan atas dasar menyelesaikan tugas ini ternyata dapat menambah wawasan saya dan membuat saya jadi lebih paham. Paham tentang apa? Tentang fungsi dan latar belakang ini tentunya. Sebelum saya berkunjung saya hanya berpikir bahwa komnas perempuan berfungsi sebagai problem solver kekerasan terhadap perempuan. Tapi ternyata tidak. Komnas perempuan ternyata sebagai pembela bagi para perempuan Indonesia. Menurut saya komnas perempuan bisa diibaratkan 'Kartini' masa kini.

Semoga manusia-manusia bisa saling menghargai satu dengan lainnya dan menyadari bahwa Indonesia sudah terpuruk karena banyak masalah besar menimpa. Jangan sampai masyarakat menambah lagi masalah 'tidak penting' untuk Indonesia seperti kekerasan terhadap perempuan. Apalagi kekerasan dilakukan oleh pria. Sepengecut apa pria yang melakukan kekerasan terhadap perempuan? Hanya membuat Indonesia malu karena banyaknya pengecut yang muncul setiap saat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar