Kamis, 24 Oktober 2013

Manusia Jaman Sekarang



Manusia jaman sekarang aneh-aneh saja. Mempeributkan hal yang tidak penting dan sebenarnya tidak perlu diributkan. Manusia mulai mencari perhatian publik. Buat apa? Kasus politik, anak di bawah umur mengendarai mobil, kinerja pejabat yang buruk selama satu tahun, menjadi masalah yang lagi “anget-anget” nya sekarang. Kasus politik pasti ga jauh-jauh dari korupsi atau ga masalah dalam parpol. Kasus Gubernur Banten, Ratu Atut yang melibatkan keluarganya yang memiliki posisi sebagai pejabat juga membuat masyarakat Banten bangun. Ternyata korupsi ga cuma di Jakarta aja. Manusia-manusia perusak negara ternyata ada di setiap daerah. Mereka mancoba mencari pengalaman baru untuk mencari nafkah dengan cara kotor. Kalau masalah korupsi hanya satu/dua kali masih bisa dimengerti. Dimengerti maksudnya “mungkin pelaku dijebak atau tidak tahu-menahu tentang korupsi”. Tapi kalau setiap tahun ada saja kasus korupsi, salah siapa? Tanpa memikirkan nasib orang lain, kok bisa pelaku-pelaku itu tega berbuat sesuka mereka. Memang korupsi itu enak yah? Ga bikin dosa? Bikin ketagihan? Oh, korupsi itu adalah salah satu profesi baru di Indonesia saat ini. Kalau ga ada korupsi, ga ada uang mengalir ke rekening-rekening pejabat. Gaji kalian ga cukup untuk hidup kalian beserta keluarga? Kasus korupsi si A belum selesai kemudian muncul kasus untuk si B. Ini menunjukkan banyak sekali kasus korupsi dan rata-rata korupsi berhubungan dengan orang yang memiliki posisi di negara. Sudah banyak forum-forum yang bertanya dimana peran pemerintah? Jangan ditanyakan lagi deh, semua pertanyaan itu percuma. Cuma akan menjadi pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Pemerintah aja lambat mengurus kasus korupsi. Memang susah yah, memberikan hukuman yang selayaknya untuk pelaku-pelaku itu? Toh mereka yang terbukti bersalah tinggal dijerat hukuman sesuai yang tertulis di UUD, apa susahnya? Apa yang dipikirkan lagi? Hukum saja mereka. Mereka pantas mendapat konsekuensi atas dosanya. 

UUD tertulis bahwa pengendara harus memiliki SIM. Menurut aturan, masyarakat bisa mendapatkan SIM dengan umur minimal 17 tahun. Jaman sekarang udah banyak anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor, entah motor atau mobil. Media sangat tertarik untuk meliput kasus yang berhubungan dengan orang terkenal, mungkin pejabat, selebriti, atau pengusaha sukses. Padahal kasus-kasus yang melanggar hukum ga cuma dilakukan oleh orang-orang yang namanya sudah dikenal publik. Banyak masyarakat biasa melanggar hukum tapi tidak diliput masalahnya. Ga cuma masalah kecelakaan deh, masalah lain seperti perceraian pasangan seleb. Ketika ada pasangan seleb yang bercerai, media dipenuhi dengan berita-berita yang sebenarnya bukan urusan masyarakat yang menontonnya. Tapi perceraian pasangan masyarakat biasa, apa diliput sama media? Aneh sekali dengan orang yang sudah jelas melanggar hukum tapi tetap mencoba keluar dari masalah yang menimpanya. 

Gubernur baru bekerja satu tahun dengan masa kepemimpinannya selama lima tahun, ada aja yang aneh-aneh. Pemimpin kan juga manusia, hai orang-orang pengkritik! Silakan lihat disini supaya mengerti maksud saya

Saya baru bangun dan sudah menemukan 3 berita di atas hari ini, Jumat 25 Oktober 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar