Jakarta, Banyak perempuan yang mengidam-idamkan
memiliki buah dada besar karena dianggap lebih seksi. Padahal menurut
penelitian, payudara perempuan yang kecil justru lebih sensitif terhadap
sentuhan, sehingga lebih mampu memberi kenikmatan seksual.
Dalam sebuah studi yang dilakukan di University of Vienna di Austria peneliti menemukan bahwa payudara besar 24 persen kurang sensitif dibandingkan dengan payudara yang berukuran kecil.
"Ini
karena pada payudara kecil saraf yang mentransmisikan sensasi dari
puting lebih meregang," jelas Alan Matarasso, M.D., ahli bedah plastik
di New York City, seperti dilansir Menshealth, Kamis (10/11/2011).
Selain
itu, payudara yang besar memiliki lebih banyak jaringan lemak ketimbang
jaringan kelenjar, yang merupakan bagian paling sensitif dari payudara.
"Dengan
payudara yang kecil, kelenjar lebih mudah untuk dirangsang selama
foreplay karena tidak berada jauh di bawah lapisan lemak," jelas
seksolog Rachael Ross, MD, PhD.
Tak hanya lebih sensitif,
perempuan berpayudara kecil juga cenderung lebih sehat. Hal ini karena
payudara kecil memudahkan perempuan untuk mendeteksi gejala awal kanker
payudara, sehingga bila ditemukan kanker bisa lebih dini ditangani.
"Dalam
Sadari (pemeriksaan payudara sendiri, untuk deteksi kanker payudara),
lebih mudah untuk mendeteksi benjolan di bagian belakang payudara bila
ukurannya kecil, karena lapisan yang dilalui lebih sedikit," jelas Dr
Marisa Weiss, dokter onkologi dan pendiri breastcancer.org.
Dr
Weiss juga mengatakan bahwa perempuan berpayudara kecil memiliki postur
tubuh yang lebih baik karena tekanan pada bagian depan tubuh tidak
terlalu besar.
"Payudara yang lebih besar tentu lebih berat dan
menempatkan tekanan pada tubuh. Ini mengubah postur seorang perempuan
sehingga lehernya tegang dan cenderung lebih mudah mengalami sakit
kepala," kata Dr Weiss.
Struktur payudara perempuan sangat
kompleks. Selain terdiri dari jaringan lemak dan ikat, payudara juga
mengandung saluran susu, pembuluh darah, kelenjar getah bening dan
struktur yang dikenal sebagai lobus dan lobulus.
Setiap payudara
memiliki 12 sampai 20 bagian lobulus (kelenjar penghasil susu pada ujung
lobus) dan duct (saluran susu). Menjelang puting, setiap duct melebar
untuk membentuk suatu kantung (ampula).
copy from: http://www.detikhealth.com/read/2011/11/10/183457/1764925/763/payudara-kecil-lebih-sensitif-terhadap-sentuhan
Kamis, 10 November 2011
TRIBUNNEWS.COM - Ahli sejarah seni, Chiara Frugoni
mengklaim telah menguak misteri di balik lukisan dinding karya Giotto,
di langit-langit Gereja Basilica Assisi, Roma. Misteri tersebut berupa
penampakan gambar iblis bertanduk tengah tersenyum yang selama berabad-abad baru diketahui sekarang.
Di mana letak persis gambar iblis tersebut? Anda sudah bisa mengetahui dari gambar lukisan yang ada? Bila belum, Chiara Frugoni menjelaskan, citra iblis 'tersembunyi' secara apik dalam awan berputar di dekat malaikat. Mengapa awan berputar di tempatkan di titik tersebut pada lukisan? Itu yang masih menjadi misteri.
Frugoni yang menghabiskan 30 tahun meneliti alur di lukisan yang ada di bagian atas Tonggak Gereja Umbrian tersebut juga memberi gambaran sebuah citra iblis itu sebenarnya adalah bentuk ruang kosong dalam gambar awan. Sebagai catatan, lukisan karya Giotto itu menggambarkan proses kematian Saint Fransiskus, seorang tokoh agama saat itu. Frugoni meyakini lukisan Giotto dibuat pada tahun 1289.
Pendeta Enzo Fortunato, tokoh gereja, mengatakan pada abad pertengahan ada kepercayaan saat kematian menjemput, hanya ada dua figur yang hadir bersama sang ajal, malaikat dan iblis. Malaikat datang untuk menemani seseorang bila masuk surga, atau iblis yang mengawal sesorang bila masuk neraka.
Terkuaknya misteri gambar lain di balik sebuah lukisan ini sejatinya bukan yang pertama. Fortunato menyebut, selama dua abad, fenomena adanya citra misteri di balik sebuah lukisan yang terkenal adalah munculnya sosok ksataria yang muncul dari awan karya Andrea Mantegna.
Di mana letak persis gambar iblis tersebut? Anda sudah bisa mengetahui dari gambar lukisan yang ada? Bila belum, Chiara Frugoni menjelaskan, citra iblis 'tersembunyi' secara apik dalam awan berputar di dekat malaikat. Mengapa awan berputar di tempatkan di titik tersebut pada lukisan? Itu yang masih menjadi misteri.
Frugoni yang menghabiskan 30 tahun meneliti alur di lukisan yang ada di bagian atas Tonggak Gereja Umbrian tersebut juga memberi gambaran sebuah citra iblis itu sebenarnya adalah bentuk ruang kosong dalam gambar awan. Sebagai catatan, lukisan karya Giotto itu menggambarkan proses kematian Saint Fransiskus, seorang tokoh agama saat itu. Frugoni meyakini lukisan Giotto dibuat pada tahun 1289.
Pendeta Enzo Fortunato, tokoh gereja, mengatakan pada abad pertengahan ada kepercayaan saat kematian menjemput, hanya ada dua figur yang hadir bersama sang ajal, malaikat dan iblis. Malaikat datang untuk menemani seseorang bila masuk surga, atau iblis yang mengawal sesorang bila masuk neraka.
Terkuaknya misteri gambar lain di balik sebuah lukisan ini sejatinya bukan yang pertama. Fortunato menyebut, selama dua abad, fenomena adanya citra misteri di balik sebuah lukisan yang terkenal adalah munculnya sosok ksataria yang muncul dari awan karya Andrea Mantegna.
Langganan:
Postingan (Atom)