Manusia jaman sekarang
aneh-aneh saja. Mempeributkan hal yang tidak penting dan sebenarnya tidak perlu
diributkan. Manusia mulai mencari perhatian publik. Buat apa? Kasus politik,
anak di bawah umur mengendarai mobil, kinerja pejabat yang buruk selama satu
tahun, menjadi masalah yang lagi “anget-anget” nya sekarang. Kasus politik
pasti ga jauh-jauh dari korupsi atau ga masalah dalam parpol. Kasus Gubernur
Banten, Ratu Atut yang melibatkan keluarganya yang memiliki posisi sebagai
pejabat juga membuat masyarakat Banten bangun. Ternyata korupsi ga cuma di
Jakarta aja. Manusia-manusia perusak negara ternyata ada di setiap daerah. Mereka
mancoba mencari pengalaman baru untuk mencari nafkah dengan cara kotor. Kalau
masalah korupsi hanya satu/dua kali masih bisa dimengerti. Dimengerti maksudnya
“mungkin pelaku dijebak atau tidak tahu-menahu tentang korupsi”. Tapi kalau
setiap tahun ada saja kasus korupsi, salah siapa? Tanpa memikirkan nasib orang
lain, kok bisa pelaku-pelaku itu tega berbuat sesuka mereka. Memang korupsi itu
enak yah? Ga bikin dosa? Bikin ketagihan? Oh, korupsi itu adalah salah satu
profesi baru di Indonesia saat ini. Kalau ga ada korupsi, ga ada uang mengalir
ke rekening-rekening pejabat. Gaji kalian ga cukup untuk hidup kalian beserta
keluarga? Kasus korupsi si A belum selesai kemudian muncul kasus untuk si B.
Ini menunjukkan banyak sekali kasus korupsi dan rata-rata korupsi berhubungan
dengan orang yang memiliki posisi di negara. Sudah banyak forum-forum yang
bertanya dimana peran pemerintah? Jangan ditanyakan lagi deh, semua pertanyaan
itu percuma. Cuma akan menjadi pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Pemerintah
aja lambat mengurus kasus korupsi. Memang susah yah, memberikan hukuman yang
selayaknya untuk pelaku-pelaku itu? Toh mereka yang terbukti bersalah tinggal
dijerat hukuman sesuai yang tertulis di UUD, apa susahnya? Apa yang dipikirkan
lagi? Hukum saja mereka. Mereka pantas mendapat konsekuensi atas dosanya.
UUD tertulis bahwa
pengendara harus memiliki SIM. Menurut aturan, masyarakat bisa mendapatkan SIM
dengan umur minimal 17 tahun. Jaman sekarang udah banyak anak di bawah umur
mengendarai kendaraan bermotor, entah motor atau mobil. Media sangat tertarik
untuk meliput kasus yang berhubungan dengan orang terkenal, mungkin pejabat,
selebriti, atau pengusaha sukses. Padahal kasus-kasus yang melanggar hukum ga
cuma dilakukan oleh orang-orang yang namanya sudah dikenal publik. Banyak
masyarakat biasa melanggar hukum tapi tidak diliput masalahnya. Ga cuma masalah
kecelakaan deh, masalah lain seperti perceraian pasangan seleb. Ketika ada
pasangan seleb yang bercerai, media dipenuhi dengan berita-berita yang
sebenarnya bukan urusan masyarakat yang menontonnya. Tapi perceraian pasangan
masyarakat biasa, apa diliput sama media? Aneh sekali dengan orang yang sudah
jelas melanggar hukum tapi tetap mencoba keluar dari masalah yang menimpanya.
Gubernur baru bekerja
satu tahun dengan masa kepemimpinannya selama lima tahun, ada aja yang
aneh-aneh. Pemimpin kan juga manusia, hai orang-orang pengkritik! Silakan lihat disini supaya mengerti maksud saya
Saya baru bangun dan
sudah menemukan 3 berita di atas hari ini, Jumat 25 Oktober 2013.