Senin, 23 Januari 2012

Kenapa?

Selasa, 24 Januari 2012, pemerintah menetapkan 3 program kunci yang menjadi fokus bagi presiden. Kunci pertama adalah pemberantasan korupsi. Pemerintah ingin memfokuskan masalah yang sudah merajalela di Indonesia ini. Yang menjadi pertanyaan, kenapa masalah tersebut baru difokuskan di tahun 2012? Korupsi sudah menjadi salah satu masalah yang seharusnya diselesaikan dan difokuskan dari tahun-tahun lalu. Kenapa pemerintah baru peka di tahun 2012 ini? Mungkin karena adanya oknum bersalah dalam dunia pemerintah di tahun-tahun lalu. Berikut BEBERAPA contoh oknum bersalah yang pernah terlibat korupsi:


1. Bupati Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Elly Engelbert Lasut.
Terlibat dalam tindak pidana korupsi penggunaan dana rutin bupati tahun anggaran 2006-2008. Saat ini dalam tahapan persidangan dan sudah mendapat ijin dari presiden.

2. Bupati Kepulauan Aru Theddy Tengko.
Terlibat tindak pidana korupsi APBD 2005 sampai 2007. Saat ini kasusnya dalam pemberkasan dan sudah mendapat izin dari Presiden untuk diperiksa.

3. Wakil Walikota Bogor Ahmad Rukyat.
Korupsi dana penunjang kegiatan DPRD Kota Bogor yang bersumber dari APBD Kota Bogor tahun anggaran 2010. Saat ini statusnya dalam tahap pemeriksaan, serta masih proses pengajuan izin di presiden.

4. Walikota Pangkal Pinang Malikul Amdjad.
Terlibat tindak pidana korupsi dana dari kepala badan keuangan daerah setempat. Kasusnya dalam tahapan pemberkasan dan masih menunggu proses ijin dari Presiden.

5. Bupati Waropen Ones J Ramandey.
Terlibat dalam tindak pidana korupsi APBD Waropen Tahun Anggaran 2004-2005. Status kasusnya dalam pemberkasan dan sudah mendapat ijin dari presiden.

6. Bupati Kabupaten Subang Eep Hidayat.
Terlibat pidana korupsi biaya pemungutan pajak daerah kabupaten Subang. status kasusnya dalam pemeriksaan tersangka, dan ijin dari presiden sudah terbit.

7. Bupati Tegal Agus Riyanto.
Terlibat tindak pidana korupsi penyalahgunaan keuangan daerah Kabupaten Tegal Tahun Anggaran 2006-2007. Status kasusnya dalam pemeriksaan saksi-saksi. Ijin Presiden belum terbit.

8. Walikota Tanjung Balai Sumut Sutrisno Hadi.
Terlibat pidana korupsi dana alokasi MTQ di Kota Tanjung Balai. Status perkaranya sedang dalam pemberkasan.

9. Bupati Kabupaten Bangki I Nengah Arnawa.
Terlibat korupsi pembangunan TK/SD bertaraf internasional di Kabupaten Bangki Sulawesi Tengah.

10. Bupati Belitung Timur Khaerul Effendi.
Terlibat tindak pidana korupsi pembebasan tanah dan pembangunan dermaga di Kabupaten Belitung Timur Bangka Belitung.

11. Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk.
Terlibat pidana korupsi divestasi saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang merugikan negara Rp576 miliar. Proses ijin dari Presiden sedang diajukan.

12. Bupati Karang Asem I Wayan Gredeg Astawan.
Terlibat korupsi pengadaan tanah. Sedang dalam proses pemeriksaan saksi-saksi dan penyitaan.

13. Bupati Solok Gusmal Raja Lelo.
Dugaan korupsi pengalihan tanah negara. Penanganan perkara sedang pemeriksaan saksi-saksi dan penyitaan. Sedang proses izin presiden.

14. Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Arifin.
Terlibat kasus pidana korupsi eks pabrik kertas Martapura di Martapura, Kalsel. Dan penggunaan dana APBD Kalsel pada 2009 untuk pembangunan Kantor Gubernur di Banjarbaru sebesar Rp38,87 miliar. Status perkara sedang pemeriksaan saksi-saksi. Ijin dari Presiden masih diproses. [mah
sumber:http://nasional.inilah.com/read/deta...rlibat-korupsi
Tidak berniat untuk menuduh para pemerintah yang ada sekarang ini, tetapi mungkin masih ada diantara mereka yang memiliki niat/sudah menjadikan korupsi menjadi bagian dari hidup mereka. Apakah program kunci ini akan berjalan baik atau tidak, itu bergantung pada presiden beserta jajarannya. Presiden harus benar-benar memilih kabinet yang selayaknya menjadi wakil rakyat. 

Hal pertama yang harus diingat juga adalah kembali ke presiden kita SBY. Mengapa sebelumnya SBY memilih kabinet yang akhirnya mengambil uang rakyat? Apakah SBY kurang peka? Atau SBY sendiri terlibat? Kita tidak tahu bagaimana alur cerita secara detailnya. Hanya dapat berharap bahwa tidak ada indikasi pemimpin kita melakukan tindakan korupsi. Bagaimana bisa anak buah menjadi benar jika pemimpinnya melakukan yang tidak benar? 

Semoga program kunci dapat terlaksana dengan baik dan bukan merupakan sebuah rencana yang hanya ditulis. Laksanakan!

sumber: 

salam landot

Tidak ada komentar:

Posting Komentar